Episode 6 : Kebiasaan Baik (1) - Bangun Pagi

Pada suatu hari yang cerah, Kinar dan Adi berlarian menuju taman dengan riang bersemangat untuk mendengarkan pelajaran dari Pak Suria. Mereka tidak sabar menemui Pak Suria untuk bermain sambil belajar, "hari ini hal baru apa yang akan Pak Suria ceritakan pada Kinar dan Adi?".

Setelah sampai di taman dengan terengah-engah Adi dan Kinar beristirahat sebentar, lalu menghampiri Pak Suria yang menyambut mereka dengan senyuman lebar.


Wah, kelihatannya Kinar dan Adi sangat bersemangat hari ini sampai berlari-lari! Pak Suria jadi ikut bersemangat untuk menjelaskan hal baru untuk kalian, hari ini kita akan belajar tentang pentingnya bangun pagi!” kata Pak Suria dengan semangat.


Kinar dan Adi duduk dengan antusias, mendengarkan setiap kata yang diucapkan Pak Suria. “Bangun pagi itu membuat kita memiliki waktu yang lebih banyak untuk melakukan banyak hal yang baik. Kita bisa berolahraga, sarapan sehat, dan mempersiapkan diri untuk belajar dengan baik,” jelas Pak Suria.


Wow, jadi bangun pagi itu bisa membuat kita lebih sehat dan lebih siap menghadapi hari ya!” seru Kinar.


Betul sekali, Kinar! Selain itu, bangun pagi juga membuat kita lebih bahagia. Kita bisa menikmati sinar matahari pagi yang banyak manfaatnya dan juga kita bisa mendengarkan suara alam yang indah,” tambah Pak Suria.


Adi mengangguk setuju. “Aku suka mendengar burung berkicau di pagi hari! Itu membuatku merasa segar dan senang!


"Ya, benar Adi, dengan bangun pagi kita bisa lebih disiplin, selain membuat tubuh lebih segar, bangun pagi baik untuk kalian karena meningkatkan konsentrasi belajar dan kalian akan mudah belajar hal baru,"  tutur Pak Suria. 


"Wah, pantas saja Kinar suka sekali bangun pagi, Kinar senang belajar hal baru dan mudah mengingat pelajaran. Besok Kinar akan bangun lebih pagi lagi!" Ucap Kinar dengan antusias. 


"Aku juga, aku juga!" sahut Adi sambil melompat-lompat bersemangat, membuat Pak Suria dan Kinar tertawa melihat tingkah lucu Adi. 


Setelah menjelaskan semua manfaatnya, Pak Suria mengajak Kinar dan Adi untuk bernyanyi bersama. Ia mengambil gitar dan mulai memainkan melodi ceria. “Ayo, kita nyanyikan lagu tentang bangun pagi!”


Dengan semangat, Kinar dan Adi bergabung menyanyikan lirik yang penuh semangat:


“Bangun pagi, sinar mentari,  

Cuci muka, sikat gigi,  

Sarapan sehat, siap belajar,  

Hari cerah dan penuh semangat!”


Suara mereka yang riang terdengar sangat merdu di iringi dengan suara rumput dan dedaunan yang menari oleh angin yang meniup taman dengan lembut. Mereka merasakan betapa menyenangkannya memulai hari dengan semangat dan keceriaan.


Setelah menyanyikan lagu, Pak Suria memberikan tugas kecil. “Sekarang, Pak Suria ingin kalian menyebutkan kebiasaan pagi yang sehat, Apa saja yang ingin kalian lakukan setiap pagi?


Kinar dan Adi pun berpikir sejenak dan mengingat-ingat kegiatan yang mereka lakukan pada pagi hari. Kinar mengacungkan tangan menjawab lebih dulu, “Kinar akan bangun para jam 5 untuk sholat, lalu berolahraga, sarapan buah, kemudian belajar.” Kemudian Adi menambahkan: “Adi suka mendengarkan musik, membantu orang tua, dan membaca buku.” lalu tersenyum manis. 


"Wah, bagus sekali, kalian benar-benar anak yang rajin dan pintar! Kalian senantiasa selalu bangun di pagi hari untuk melakukan kebiasaan yang baik, bapak sangat bangga kepada kalian Kinar dan Adi!" jawab Pak Suria dengan gembira. 


Hari itu, Kinar dan Adi pulang dengan semangat baru. Mereka bertekad untuk selalu bangun pagi setiap harinya sambil menjalani rutinitas sehat yang telah mereka lakukan. Setiap pagi, mereka merasakan manfaat dari kebiasaan baru. Tubuh mereka terasa lebih bugar, pikiran mereka lebih jernih, dan hati mereka penuh dengan kebahagiaan.


Sejak saat itu, Kinar dan Adi tidak hanya bangun pagi, tetapi juga mengajak teman-teman mereka untuk melakukan hal yang sama. Mereka menyebarkan semangat bangun pagi, agar tidak ada lagi anak-anak yang malas bangun pagi. Semua anak-anak di desa itu mulai merasakan manfaatnya, dan hari-hari mereka menjadi lebih ceria.


Dengan senyum di wajah mereka, Kinar dan Adi membuktikan bahwa bangun pagi adalah kunci untuk menjalani hari yang penuh semangat dan kebahagiaan. Dan setiap kali mereka mendengar lagu yang dinyanyikan Pak Suria, mereka selalu ingat untuk bangun pagi dengan senyuman yang cerah. 


TAMAT. 

Episode 5 : Taman Bahagia Pak Suria

Suasana pagi itu langit biru bersih tanpa awan. Matahari  bersinar terlihat tersenyum hangat, dan angin bertiup pelan.


"Selamat pagi, anak-anak!" sapa Pak Suria dengan suara ramah seperti biasanya. Ia memakai topi lebar dan membawa keranjang kecil di tangannya.


"Selamat pagi, Pak Suria!" jawab Kinar dan Adi bersamaan dengan suara yang sangat girang. Mereka datang berlari dengan wajah ceria.


"Hari ini, Pak Suria punya kejutan!" kata Pak Suria sambil tersenyum misterius. "Ayo anak-anak ikut ke Taman Bahagia milik Pak Suria!"


"Taman Bahagia? Wah, itu di mana ya, Pak?" tanya Adi penasaran.


"Kalian penasaran bukan? Sekarang ayo ikuti aku, kita akan berjalan sebentar," jawab Pak Suria sambil mengayunkan tangan dan melangkah pelan.


Tak lama berjalan, mereka tiba di sebuah taman yang luas dan penuh bunga warna-warni. Ada bunga kuning, ungu, merah muda, dan biru yang berjajar rapi. Di tengah-tengahnya, berdiri sebuah bangku kayu dan kolam kecil yang jernih.


"Waaaah, indah sekali! Iya kan Adi? " seru Kinar sambil berputar-putar.


Adi sangat kagum dengan taman luas yang di lihatnya itu, tidak menjawab pertanyaan Kinar. 

"Ini dia, Taman Bahagia Pak Suria," kata Pak Suria bangga. "Ayo kita lihat siapa saja teman kecil yang tinggal di sini."


Tiba-tiba, Kinar menunjuk sesuatu yang terbang pelan. "Lihat, lihat, itu kupu-kupu!" serunya.


Kupu-kupu itu memiliki sayap berwarna oranye dengan titik-titik hitam di pinggiran sayapnya. Ia menari di antara bunga.


Kupu-kupu itu suka bunga, ya, Pak?” tanya Adi.


Iya,” jawab Pak Suria antusias. “Kupu-kupu mencari nektar manis dari bunga. Ia juga membantu bunga tumbuh dengan membawa serbuk sari.


Setelah mendengar penjelasan Pak Suria, mereka bertiga berjalan lagi dan mendengar suara berdengung.


Bzzzzz… Suara apa itu?” tanya Kinar sambil mendekat ke sebuah bunga kuning.


Itu lebah,” jawab Pak Suria. “Lihat, ia kecil dan berbulu, dan sedang mengumpulkan nektar dari bunga juga. Lebah sangat rajin dan suka bekerja bersama-sama di sarangnya.”


Adi tersenyum. “Seperti tim, ya!


Tepat sekali,” kata Pak Suria sambil mengangguk.


Tiba-tiba terdengar suara cericit dari pohon.


Cuit-cuit! Cuit-cuit!” Kinar dan Adi mendongak mencari darimana suara itu berasal. Di atas pohon, ada burung kecil berwarna biru dan cokelat, melompat dari satu ranting ke ranting lain.


Kalau itu burung pipit,” kata Pak Suria. “Ia suka menyanyi pagi-pagi dan membuat sarang dari ranting dan rumput kecil. Coba dengarkan lagunya.”


Mereka diam sejenak, menikmati suara alam. Angin bertiup pelan, bunga bergoyang lembut, dan terdengar suara burung bernyanyi.


“Pak Suria, taman ini benar-benar bahagia, Kinar sangat bahagia.” kata Kinar sambil tersenyum lebar.


"Setuju, aku juga bahagia" sahut Adi. 


Iya, karena semua makhluk hidup di sini saling menjaga satu sama lain,” jawab Pak Suria.


Kalau begitu, kita juga harus menjaga mereka, ya?” tanya Adi.


“Tepat sekali,” kata Pak Suria. “Kalau kita menyayangi alam, alam juga akan menyayangi kita.”


Mereka duduk di bangku taman dan membuka bekal buah yang dibawa Pak Suria.


Hari ini kita belajar banyak,” kata Kinar sambil menggigit apel.


Iya,” kata Adi. “Tentang kupu-kupu, lebah, dan burung kecil.


Nah agar kebahagiaan bisa terus kita rasakan dan terus tumbuh, kita harus menjaga alam, karena alam akan memberi kita kebahagiaan kalau kita mau memperhatikan hal-hal kecil di sekitar kita,” tambah Pak Suria sambil tersenyum.


TAMAT.

Episode 4 : Ucapkan Tolong dan Terima kasih


Pada sore hari itu, langit terlihat cerah di hiasi awan yang indah sedikit menutupi sinar matahari.Kinar dan Adi berlarian dengan semangat, menuju taman tempat Pak Suria biasa menunggu mereka dengan senyum hangat dan pelajaran baru di setiap harinya.


Selamat sore, Pak Suria!” sapa Kinar dengan antusias sambil melompat kecil.


Selamat sore juga, anak-anak,” jawab Pak Suria. “kali ini kita akan belajar dua kata yang sangat penting.”


Adi mengangkat alisnya, penasaran. “Dua kata? Kata ajaib, Pak?”


Bisa dibilang begitu,” kata Pak Suria sambil tersenyum. “Dua kata ini bisa membuat orang lain merasa senang dan dihargai mendengarnya. Kata itu adalah… ‘tolong’ dan ‘terima kasih’.


Kinar mengangguk. “Ah! Aku sering dengar Ibu bilang ‘terima kasih’ saat aku bantu merapikan meja.”


Adi berpikir sebentar. “Aku kadang lupa bilang terima kasih kalau diberi sesuatu dan bilang tolong kalau minta sesuatu... Tapi Ibu suka bilang, ‘Adi, bilang apa dulu?’”


Pak Suria tertawa kecil. “Itu tandanya kamu sedang belajar. Nah, yuk kita praktikkan! Ayo kita main membangun menara balok!”


Mereka duduk di atas tikar. Adi mencoba mengangkat kotak balok yang berat, tapi kesulitan.


Pak Suria menyentuh bahu Adi. “Kalau kamu butuh bantuan, bilang apa, Adi?”


Adi tersenyum malu-malu. “Kinar, bisa tolong bantu aku angkat kotak ini?.


Dengan senang hati!” jawab Kinar ceria sambil membantu.


Setelah menara balok selesai, Adi berkata, “Terima kasih, Kinar. Tanpa kamu, pasti lama selesainya.”


Wah, bagus sekali, Adi!” kata Pak Suria. “Mengucapkan ‘tolong’ saat meminta bantuan dan ‘terima kasih’ saat menerima bantuan atau menerima sesuatu membuat hati kita dan orang lain senang.”


Mereka terus bermain dan saling bantu, setiap kali menyisipkan kata "tolong" dan "terima kasih". Adi mulai terbiasa, bahkan saat meminta Kinar mengambil balok, ia berkata, “Kinar, tolong ambil balok biru itu.”


Dan setelah dibantu, Adi selalu berkata, “Terima kasih!”


Pak Suria bangga melihat semangat mereka mempraktikkan hal yang baru mereka pelajari. 


Karena kalian sudah belajar dengan baik hari ini, Pak Suria punya lagu spesial! Yuk kita nyanyi bersama! 


🎵 Lagu: Tolong dan Terima Kasih 🎵  


Kalau butuh bantuan, bilang tolong,  

Dengan senyum manis yang tak sombong,  

Kalau sudah dibantu, jangan lupa,  

Ucapkan terima kasih, itu sopan namanya!  


Tolong dan terima kasih, kata yang indah,  

Membuat hati hangat, penuh berkah,  

Dengan keluarga, teman, dan saudara,  

Kita jadi anak yang ramah dan ceria!


Kinar dan Adi bernyanyi sambil bertepuk tangan sambil menggerakan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Mereka tertawa bahagia, merasa bangga telah belajar kata ajaib baru untuk menjadi anak yang sopan dan santun.


Hari itu, dua kata sederhana dan berharga telah membuat dunia mereka menjadi lebih menyenangkan.


TAMAT.

Episode 3 : Salam Manis dari Kinar dan Adi

Di suatu pagi yang cerah, burung berkicau riang bersahut-sahutan dan sinar matahari menghangatkan taman kecil di dekat sekolah. Kinar dan Adi berlari ke arah Pak Suria yang sudah menunggu di bangku taman.


Selamat pagi, Pak Suria!” sapa Kinar ceria sambil tersenyum dan melambai.


Selamat pagi juga, Kinar,” jawab Pak Suria sambil membalas senyuman.


Pak Suria,” tanya Adi penasaran, "kenapa kita harus bilang salam dan selamat pagi?


Pak Suria tertawa lembut. “Pertanyaan bagus Adi! Hari ini kita akan belajar tentang sopan santun, salah satunya bagaimana memberi salam dan menyapa dengan baik.”


Tertarik dengan ucapan Pak Suria, Adi dan Kinar duduk di rerumputan. Pak Suria pun berdiri lalu menjelaskan dan mencontohkan.


Kalau kamu bertemu orang tua, kamu bisa menyapa dan mengucapkan 'Assalamu'alaikum,' atau 'Selamat Pagi' sambil mengangguk pelan, tanganmu di dada, dan senyum yang hangat."


Pak Suria mempraktikan dengan suara lembut, “Assalamu'alaikum,” sembari mengangguk dan tersenyum ramah.


Kinar tertarik untuk mencoba meniru Pak Suria, "Assalamu'alaikum," sambil meletakkan tangan di dada dan tersenyum lebar.


Bagus sekali, Kinar!”


Lalu Adi ikut meniru, “Assalamu'alaikum!”


Hebat sekali, Adi! Suaramu lantang dan sikapmu sopan,” puji Pak Suria.


Setelah mempraktikan salam dengan baik, mereka pun berjalan-jalan di sekitar taman. Mereka bertemu dengan Pak Darto tukang kebun dan melewati Pak Darto, Kinar menyapa, “Selamat pagi, Pak Darto!


Pak Darto senang dengan sapaan Kinar lalu tersenyum lebar. “Selamat pagi, Kinar! Wah, sopan sekali anak ini.


Kemudian mereka melihat seorang ibu yang tidak mereka kenali sedang duduk di bangku taman sambil membaca buku.


Adi ragu sejenak, lalu menoleh ke Pak Suria. “Boleh tidak Adi menyapa orang yang tidak Adi Kenal?”


Tentu saja,” kata Pak Suria, “Sopan santu berlalu untuk semua orang.”


Adi pun memberanikan diri, “Selamat pagi, Bu!”


Ibu itu tersenyum hangat. “Selamat Pagi, Nak. Terima kasih sudah menyapa.”


Setelah berjalan berkeliling dan menyapa banyak orang, mereka kembali duduk di bawah pohon besar.


Pak Suria pun mengeluarkan gitar kecilnya dan berkata, “Karena kalian sangat semangat belajar hari ini, yuk kita nyanyikan lagu tentang sopan santun!”

🎵 “Salam Manis Kinar & Adi” 🎵

Selamat pagi, halo teman, 

Mari sapa dengan senyuman,

Assalamu’alaikum, dari hati,

Bikin hari jadi berseri!


Angguk kepala, mata ramah,

Tangan di dada, penuh berkah,

Sopan santun kita bawa,

Untuk semua di sekitar kita.

(Chorus) 

Assalamu’alaikum~ Selamat pagi~

Sapa dunia dengan hati,

Kita belajar jadi pribadi,

Yang ramah, baik, dan berbudi~

Mereka pun bernyanyi bersama, dengan tawa dan pelukan hangat dari Pak Suria.

Hari itu, Kinar dan Adi belajar hal baru bahwa satu senyuman dan salam kecil bisa membawa kebahagiaan bagi banyak orang.


TAMAT

Episode 2: Angka Satu Bertemu Teman

 Pagi itu, Kinar dan Adi duduk bersila di teras rumah Pak Suria. Angin sepoi-sepoi berhembus, membuat suasana semakin nyaman. Di depan mereka, Pak Suria tersenyum sambil menggambar sesuatu di papan tulis kecilnya.


"Apa itu, Pak Suria?" tanya Adi penasaran, matanya membulat seperti ingin tahu lebih dalam.


Pak Suria menggambar angka 1 besar di papan. "Ini angka satu," katanya lembut. "Tapi lihat wajahnya, dia terlihat sedih, bukan?"


Kinar mengerutkan kening. "Iya, dia kelihatan sendirian... Seperti aku waktu hujan-hujanan sendiri di halaman," katanya dengan suara pelan.


Pak Suria mengangguk. "Betul! Angka satu merasa sepi. Dia ingin punya teman."


Adi mencondongkan tubuhnya ke depan. "Lalu, apa yang terjadi, Pak?" tanyanya penuh semangat.


Pak Suria tersenyum dan menggambar angka 1 lagi di sampingnya. "Suatu hari, angka satu bertemu angka satu lainnya. Mereka pun bergandengan tangan."


Kinar bertepuk tangan. "Jadi angka dua!" serunya.


"Betul sekali, Kinar!" kata Pak Suria. "Lalu mereka bertemu lagi dengan satu teman baru, jadi angka tiga! Lalu empat! Lalu lima! Dan semakin banyak teman, semakin seru!"


Adi tertawa. "Berarti angka satu tidak sendirian lagi, ya? Wah, seru! Kalau kita berhitung, kita seperti mengajak angka satu bertemu teman-temannya!"


Pak Suria mengangguk, lalu menepuk tangannya pelan. "Ayo kita nyanyikan lagu agar lebih mudah mengingatnya!"


Pak Suria mulai bernyanyi, suaranya hangat dan lembut:


"Satu bertemu satu, jadi angka dua!

Tiga, empat, lima, teman semakin banyak!

Kita hitung bersama, satu hingga sepuluh,

Angka-angka berteman, semua jadi seru!"


Kinar dan Adi ikut bernyanyi, bertepuk tangan dengan gembira. Angka-angka yang tadinya hanya simbol di papan tulis kini terasa hidup dan penuh warna di benak mereka.


Setelah lagu selesai, Kinar tersenyum lebar. "Pak Suria, sekarang aku tahu! Angka-angka itu seperti kita. Kalau sendirian, bisa merasa sepi, tapi kalau bersama, jadi lebih menyenangkan!"


Pak Suria mengusap kepala Kinar. "Tepat sekali, Kinar. Angka-angka mengajarkan kita bahwa berteman itu penting. Bersama, kita bisa belajar dan bersenang-senang!"


Adi mengacungkan jari ke udara. "Aku mau ajak angka satu bertemu teman-temannya lagi! Ayo kita hitung sampai dua puluh!"


Mereka pun menghitung bersama, tertawa dan bersenang-senang. Hari itu, angka satu telah menemukan teman, dan Kinar serta Adi menemukan pelajaran berharga—kebersamaan membuat segalanya lebih indah.

Episode 1: Huruf A yang Ajaib

Pagi itu, matahari bersinar cerah. Pak Suria berjalan ke taman bersama Kinar dan Adi. Burung-burung berkicau riang, dan angin bertiup sepoi-sepoi.

"Hari ini kita bermain mencari benda-benda yang diawali huruf 'A'," kata Pak Suria sambil tersenyum.

"Huruf A?" tanya Kinar dengan mata berbinar.

"Ya! Coba kita cari!" ajak Pak Suria.

Mereka mulai berjalan menyusuri taman. Tiba-tiba, Adi berseru, "Lihat! Apel merah!"

Mereka berlari mendekat ke pohon apel. Sebuah apel merah merona tergantung di dahan. Kinar mengambilnya dan menggigit perlahan.

"Renyaaah!" katanya sambil tersenyum. "Dan maniiis!"

"Apel! Huruf A!" Adi tertawa senang.

Mereka berjalan lagi. Di dekat kolam, Kinar menunjuk sesuatu. "Lihat! Angsa!"

Seekor angsa putih berenang anggun di air. Bulunya bersih dan berkilau terkena sinar matahari.

"Angsa juga berawalan A!" kata Pak Suria. "Coba dengarkan suaranya."

"Kwaak... kwaak!" angsa itu bersuara. Adi tertawa, "Lucu sekali!"

Langit biru terbentang di atas mereka. Kinar mendongak. "Lihat awan!"

Gumpalan awan putih melayang di langit, berbentuk seperti kapas lembut.

"Awan juga huruf A!" seru Adi.

"Kita sudah menemukan Apel, Angsa, dan Awan! Ayo cari lagi!" ajak Pak Suria.

Mereka terus mencari benda-benda lain yang diawali huruf 'A'. Setelah puas bermain, mereka duduk di bawah pohon.

Pak Suria tersenyum dan mulai bernyanyi:

"Apel merah, manis rasanya~
Angsa putih, berenang di kolam~
Awan putih, melayang di langit~
Ayo cari huruf A lagi!"

Kinar dan Adi tertawa dan ikut bernyanyi. Hari ini mereka belajar huruf A dengan cara yang menyenangkan!
Logo PWD

Ayo bermain sambil belajar di PlayWay Day!

PlayWay Day (PWD) adalah lembaga pendidikan anak usia dini yang menyenangkan dan penuh makna. Kami hadir dengan 3 program unggulan: Calistung Ceria, Bahasa Asing Interaktif, dan Tahfidz Menyenangkan. Yuk, temani tumbuh kembang anak Anda bersama kami!

Daftarkan Anak Sekarang

Lowongan Kerja

Logo PWD

Mari bergabung menjadi bagian dari keluarga PlayWay Day!

Gabung bersama PlayWay Day (PWD) Lembaga edukasi anak usia dini dengan pendekatan belajar sambil bermain. Buka lowongan: Guru Calistung, Bahasa Asing & Tahfidz. Yuk, tumbuh bersama kami!

Bergabung Bersama Kami